Potongan Puzzle
11 Juli 2014. Samar-samar ku dengar musik mengalun dengan tempo cepat, ceria. Menjadi satu dengan 'mereka', aku tau di depan sana aku bisa mendapat kebahagiaan. Namun, di sisi lain aku merasakan sunyi. Sunyi yang entah dari mana, dari tempat itu? Atau dari diriku sendiri?
Tak mudah untuk melupakan sesuatu, yang dirasa itu menyakitkan pun susah sekali untuk hilang dari ingatan. Aku mengingat saat mereka datang di hidupku, seperti sepotong puzzle yang tiba-tiba saja jatuh dari langit untuk melengkapi setengah potongan puzzle lain di atas papan. Dunia orang memang berbeda, mereka memiliki warna sendiri, memiliki bentuk sendiri, memiliki konsep sendiri, sehingga dari masing-masing jiwa akan menciptakan satu desain yang luar biasa. Namun, ingat saja... tanpa kekuatan yang dikirim Tuhan melalui mereka, kita tak akan menjadi apa-apa.
Aku mengingat ketika mereka datang, jiwaku kembali membara setelah beberapa waktu aku merasa kosong. Itu menyadarkan aku tentang sebuah hubungan indah yang Tuhan ciptakan, teman. Mereka ada untukku. Setiap harinya memang sama sekali tak spesial, alias-kami tak melakukan apapun. Ketika kantin sekolah menjadi saksi pertemanan kami, saat kami duduk disana berbagi cerita, berbagi pengalaman, saling membantu, bahkan saling mengejek, hanya itu, ya... Kami tak seperti mereka yang mencari kesenangan dunia palsu, mereka yang rela menghilangkan diri mereka demi sebuah 'cerita'.
Kami menata hidup bersama saat itu. Lebih tepatnya, proses menuju 'hidup'. Kami tinggal di dunia masing-masing; dengan pianonya, dengan animenya, dengan gitarnya, dengan bukunya, dan itu semua menjadi satu. Aku tak ingin, sama sekali tak ingin melupakan ini. Walau angin membawa kalian terbang ke tempat yang jauh, aku percaya Tuhan sudah membuat folder berisikan memori itu di otakku.
Tulisan memang sekedar huruf berjajar yang membentuk sebuah kalimat. Aku tak ingin kau melihat itu. Tulisan bukan hanya huruf berjajar, setiap orang yang menuliskan sesuatu pasti punya maksud, begitu juga dengan ini, apa yang telah aku tulis.. Rasakan sebuah jiwa didalamnya, ada aku yang sangat bahagia bisa mengenal kalian, bisa bertemu kalian di sebagian hidup ini. Iya, walau kita pernah bertemu pun.. itu sudah cukup bagiku.
HERE THEY ARE....
Dialah satu-satunya mahkluk di bumi ini yang rela menyerahkan dirinya untuk menjadi adek boongan gue, dengan bentuknya yang seperti itu... Lebih tepatnya, dia sok imut dan yang mengerikan gue fallinlove sama keimutannya. Dia orang yang suka nolong plus gampang banget dimanfaatin. Orang kayak Rizky di dunia ini jarang banget, mungkin cuma rizky. Kalau mau curhat gue saranin curhat ke dia, dia itu pendengar yang baik walau akhirnya nggak ada solusi, yang penting dia udah mau dnger kan? :pNamanya Rizky. Rizky Darmawan. Namanya ini bener-bener punya arti banyak kalau disingkat: RD. RD untuk RksD (nama gue) dan RD untuk Rizky-D****. Oke stop..
Sudahlah, gue nggak bisa cerita banyak tentang baby polar yang satu ini, dia terlalu luar biasa di hidup gue #padahalkehabisanidetentangdia
Buat Rizky, cintai hidup ini riz.. Dewasa-lah seperti baby polar yang udah nggak baby lagi trus nyari makan sendiri karena ditinggal ibunya. Intinya, jangan siksa diri kamu sendiri karena masalah cewek :p .. itu sangat nggak penting, Riz... Baik-baik di Jambi ya.. :3
Dia bener-bener cowok yang berani beda, bener bener beda sama yang lain. Orangnya wise, dewasa, work-holic karena banyak kegiatan dia ikuti dan kayak nggak punya setitik pun rasa lelah... , dia jago piano, dan....aneh. Oke, Acer ini enak banget kalo diajak ngobrol, seru dan pasti di akhir obrolan secara nggak langsung selalu ada kesimpulan plus evaluasi. Sayangnyaaa... dia bisa dibilang susah buat ngontrol emosi, apalagi kalo udah marah-marah.. dia bisa guling-gulingan di tanah dan apapun kayaknya bisa dia banting-bantingin. So, kalau dia lagi marah mending kita ngehindar aja... takut dilempar sesuatu. Selain dewasa, dia juga orang jenius yang sok keren. Nggak heran, setiap kelompokan di kelas, yang sama dia pasti bahagia banget, berharap semua tugas dia yang selesein. :p :p ... Mungkin itu awalnya, tapi kalo udah keseringan bakalan eneg banget dengan kebawelannya a.k.a omelannya a.k.a ceramahnya yang sampe sekarang belum juga ngilang dari dirinya.Yang kedua namanya Acer-diambil dari 'Eleazar'. Bingung? Yaudah.. :p
Buat acer, jangan berubah...stay cool, ok? 'cool' seperti apa yang ada di diri kamu sekarang. Jangan buat berani beda malah ngebikin kamu nggak jadi diri sendiri.
Yang ketiga, Joy atau Joi. dapetin foto dia yang lagi sendiri dan wajahnya keliatan itu susah. Jadi ya ini yang gue dapetin :P
Joy, cowok paling ganteng. Rambut tajem-tejem kayak landak, wajah chinese dengan mata yang nggak terlalu sipit dipaduin dengan style nya yang cool bener bener ngingetin kita sama boyband korea #janganmuntahplease . Nggak heran kalau dia disukain banyak cewek mulai dari adek kelas sampe temen sekelas yang katanya horor semua.
Hobinya itu bikin jengkel orang. Terutama gue, kayaknya sehari tanpa bikin gue emosi itu nggak lengkap di hidup dia. Dia selalu lupa kalau gue cewek, ngomongin hal-hal cowok ke gue itu sudah biasa dia lakuin, kalau gue udah mulai eneg baru dia sok sok inget kalau gue cewek. Walaupun begitu, dia orang yang wise dan enak diajak ngobrol juga, apalagi kalo punya masalah yang sama... bakalan seru ngobrol sama dia.
Satu hal, jangan sekali-kali bikin rahasia sama dia. Yakin bakal jadi rahasia publik. --"
Buat Joy, tolong jangan sering mampir ke dunia penyihir yang bisa seenaknya ngubah gender gue. Udah gitu aja :p
![]() |
| Ini Joy sama Rizky.. Mereka memang selalu bersama, seperti mentega dengan roti dan celana dengan baju #okemaapinilagu |
***
Mungkin kami bukan sahabat, kata 'sahabat' terlalu 'gila' untuk kami gunakan, tapi kami memang Tuhan ijinkan untuk bertemu walau hanya sementara.
Apapun sebutan itu... Terima kasih buat kesediaan diri kalian buat gue jadiin 'tempat sampah'...
Selamat jadi murid SMA, cari teman yang banyak ya.. Karena gue percaya masih banyak potongan puzzle yang belum ditemuin.. :D
***
Baru aku tersadar, akulah 'itu'. Sunyi yang ada di diriku. Mereka yang dibelakang memang tak pernah ada di hari depan. Aku melangkah, merasuki sebuah gumpalan udara. Siap melihat siapa di depan, siap membuat cerita baru yang lebih indah dan mengisi kesunyian ini. Iya, akulah sunyi...




0 Comment