Awan di Atas Kepala
Tadi pagi hujan. Jujur saja, gue suka saat saat seperti itu... pagi~ hujan~ mendung~ dan..........mellow~ (˘⌣˘)
Berangkat
sekolah nggak pake sepatu. Dengan sendal jepit warna item favorit gue, pake
payung pink gambar minnie mouse yang gagangnya bertelinga, sambil bawa kresek
item yang isinya sepatu. Gue jalan sambil mainin air di jalan yang ngebuat rok
gue basah.
Jalan lewat
kampung yang biasa gue lewatin, nyapa orang-orang yang biasa gue sapa walaupun
tadi nggak seramai biasanya. Mungkin karna hujan, hehe. Sampe sekolah disambut
dengan guru gue tercinta, masuk kelas disambut sama dia. Ah sudah... bukan itu
yang mau gue omongin.
Gue Cuma mau
bilang, awan mendung itu... datang lagi...
Awan itu ngeliat
gue
Ia melayang
Nggak
ngeliat mata gue terpejam
Ia
menghilang
Ia datang
lagi
Ia melayang
lagi
Menabrak
kumpulan warna memanjang di atas kepala gue
Lalu ia
tinggal untuk menggantikan warna-warna itu
Gue teriak
Berusaha
mengusir ia
Ia diam
Meneteskan,
tetes demi tetes air tawar
Tapi nggak
basah
Ngerasa nggak
ada warna
Kemana
tinta-tinta itu?
“HILANG!”
Kelabu demi
kelabu yang hadir di hidup gue. Rasanya kayak udah masuk ke perangkap baja
ber-kode dengan kunci digital yang berlaser. SUSAH KELUAR. Apalagi dengan
adanya awan mendung yang disertai oleh rintik air, seolah-olah semua orang
bersembunyi di balik selimut enggan untuk keluar 7 langkah menuju perangkap itu
untuk membuka kodenya. Well, nggak ada yang bisa selain Tuhan. :D ... Tuhan
bisa kok, pasti bisa, ngusir awan itu..
0 Comment